Agaricus Blazei Murril – Jamur Dewa

POSTED BY developer | Mar, 16, 2018 |

[:id]

Agaricus blazei Murril (ABM) atau Jamur Dewa adalah jamur yang masih keluarga dekat dengan jamur Shitake (Lentinus edodes) yakni sama dalam satu Family Agaricaceae dengan klasifikasi dan sistematika sebagai berikut :

Agaricus Blazei MurrilDevisi                     : Thallophyta

Sub Devisi            : Eumycetes (jamur sejati)

Kelas                      ; Basidiomycetes

Sub Kelas             : Holobasidiomycetes

Ordo                       : Agaricales

Family                    : Agaricaceae

Genus                    : Agaricus

Species                 : Agaricus blazei Murril

Agaricus Blazei Murril – Jamur Dewa         

Agaricus blazei Murril (ABM) berasal dari sebuah kota yang bernama Piedade, Saupaulo, Brazil. Dimana disebut dengan nama Cogumello Do Sol atau Cogumello de deus, Zhu Zhu Ang Tiang Thiago(China), juga disebut dengan Himematsutake di jepang. Dengan kondisi iklim suhu 35oC pada siang hari dan 20-25oC pada malam hari dengan kelembapan 80%. Jamur ABM sangat terpengaruh oleh kondisi iklim lingkungan yang ekstrim . Jamur ABM hanya tumbuh secara alami pada bulan Oktober dan April dan sangat sulit untuk tumbuh secara alami sehingga sangat sulit ditemukan dialam. Secara normal ukuran jamur ABM kira-kira tinggi 10-15 cm dengan lebar tudung 7-10 cm. Jamur ABM menghendaki suhu yang lebih rendah dengan sinar matahari tidak langsung yang sangat sedikit.

Perbandingan Berat dan volume sangat penting dimana dalam setiap 12 Kg jamur ABM segar hanya mampu menghasilkan I Kg jamur ABM kering, dan ini bisa menjadi lebih sedikit setelah diadakan sortasi atau seleksi produk.

Jamur ABM yang jga merupakan bahan obat herbal dapat tumbuh pada kondisi yang hanya benar-benar tepat, sehingga menyebabkan produksi sangat tidak stabil sehingga hanya mampu untuk memenuhi konsumsi di wilayah local Piedad saja. Meskipun import ke Jepang sangat sulit, namun setelah beberapa tahun kemudian Jepang berusaha untuk memproduksi secara besar dalam kondisi yang terkontrol dalam ruang dan ini membuktikan sangat sulit dan tidak bisa menjamin produksi yang stabil. Walaupun kemudian pada tahun 1992 teknik Kyowa telah mencapai sukses pertama kali didunia untuk memproduksi secara besar-besaran dengan perusahaan yang ahli bioteknologi, sehingga mampu menyediakan suplai ABM untuk memenuhi kebutuhan makanan kesehatan.

Sekarang jamur ABM sudah dibudidayakan di Jepang, Brazil, Korea dan USA, juga di Indonesia yaitu di PT Agaricus Sido Makmur Sentosa Yang ada di Malang. Jamur ABM yang kami (PT Agaricus Sido Makmur Sentosa ) produksi dibudidayakan secara benar-benar alami atau natural dan tanpa menggunakan bahan kimia atau aditiv sama sekali. Dengan demikian kami menjamin bahwa produk yang kami hasilkan benar-benar terjaga kualityasnya dan murni alami. Hal ini juga di dukung oleh bibit murni yang kami peroleh langsung dari daerah asal di Peadead Brazil dan bukan hasil dari budidaya dilaboratorium sehingga menjamin keaslian produk. Bahkan untuk menjaga kualitas dan kandungan senyawa beta (b) D Glucan kami juga sudah melakukan uji kualitas produk secara langsung ke sebuah laboratorium di Kota kiyoto Jepang.

30 tahun lalu seorang Peneliti dari Amerika Serikat telah mencatat bahwa keberadaan penyakit didaerah Piedade sangat rendah, dan ditemukan karena adanya kebiasaan makan jamur ABM didaerah tersebut.

Kemudian seiring waktu jamur ini diperkenalkan ke Jepang. Dr Shoji Shibata, seorang Professor ahli dibidang farmasi dari Universitas Tokyo Fakultas Farmasi dan Dr Tetuo Ikegawa dari Pusat Kanker Nasional, melakukan penelitian pengaruh farmasi dari Jamur Agaricus. Hasil penelitian kemudian dipublikasikan pada Konvensi Umum Asosiasi Farmasi Jepang dan Asosiasi Kanker Jepang. Eksperimen dilakukan pada tikus mencit yang beragam dan menunjukkan bahwa polisakarid beta (b) D Glucan pada ABM sangat berpengaruh untuk meningkatkan system kekebalan tubuh.

Dua macam senyawa polisakarid yang ada dalam jamur ABM ini adalah beta (b) 1,3 D Glucan dan beta (b) 1,6 D Glucan. Menurut hasil test yang dilakukan di Medical Departement of Tokyo University, National Cancer Center Laboratory and Tokyo College of pharmacy, kandungan senyawa tersebut pada ABM tertinggi dibandingkan kandungan pada jamur lain seperti Reishi, Maitake dan Shitake. Selain kedua senyawa polisakarid diatas jamur ABM juga mengadung senyawa lain seperti ergosterol, asam linoleat, asam palmitoreic yang sebaik dengan vitamin B6 dan B12. Secara rinci kandungan senyawa dalam jamur Abm dapat dilihat pada Tabel berikut :

Kandungan Senyawa (Coumpound Ingradients)

Secara garis besar umum kandungan ABM adalah sebagai berikut :

No

Senyawa

% (percent)

Mg/100gram

1
Air Water 7.5
2 Protein Protein 36.7
3 Lemak Fat 3.4
4 Serat Fiber 6.8
5 Karbon Ash 7.3
6 Gula Sugar 38.3
7 Pospor P 939
8 Besi Iron / Fe 18.2
9 Kalsium Ca 41.6
10 Vit B1 Thiamin 0.48
11 Vit B2 Ribovlafin 2.84
12 Ergosterol Ergosterol 354
13 Niasin Niacin 40.9

Ingredients & Amino-acids :

Ingredients Per 100g dry agaricus
Amino-acids
Contents obetamino-acids (%)
Polysaccharides 38.4g Threonine 0.9065
beta (b) D Glucan 7-9 % Valine 1.0773
Protein 37.7g Methionine 2.8841
Fat 3.8g Isoleucine 0.9154
Cellulose 8.2g Leucine 1.4835
Ash 6.9g Tyrosine 0.5491
Water 10g Phenylalanine 0.8730
Potassium (K) 2.646mg Lysine 0.9576
Phosphorous (P) 1.042mg Aspartate 1.5101
Calcium (Ca) 0.002mg Serine 0.9083
Magnesium (Mg) 0.054mg Glutamic acid 2.6233
Iron (Fe) 0.006mg Proline 0.5813
Manganese (Mn) 0.001mg Glycocoll 0.9418
Zinc (Zn) 0.5mg Alanine 1.5643
Cuprum (Cu) 0.4mg Cystinol 0.1933
Scadium (Sc) 0.04mg Histidinol 0.2594
Sulfur Dioxide (SO2) 1.58mg Arginine 0.9933
Sumber : The Chemical Times, ISSN 0285-1446
Kanto Chemical Co., inc., 1989, No. 1(131 Volumes in all) extract from P.12.P21 Takashi MizunoPharmacological and Gastronomic Effect of Fungi and its Applications.

Baca Juga artikel tentang kemampuan ekstrak jamur dewa terhadap Diabetes

– jamur dewa – jual jamur dewa – manfaat jamur dewa – obat herbal – produsen obat herbal – jual obat herbal berkualitas – obat kanker – jual obat kanker – obat kanker dari herbal – proses produksi – jasa proses produksi – riset proses produksi –

[:en]

Agaricus blazei Murril (ABM) or Mushroom God is a family mushroom close to Shitake mushroom (Lentinus edodes) that is the same in one Family Agaricaceae with the following classification and systematics:

Agaricus Blazei MurrilDevisi                     : Thallophyta

Sub Devisi            : Eumycetes (jamur sejati)

Kelas                      ; Basidiomycetes

Sub Kelas             : Holobasidiomycetes

Ordo                       : Agaricales

Family                    : Agaricaceae

Genus                    : Agaricus

Species                 : Agaricus blazei Murril

Agaricus Blazei Murril – Jamur Dewa         

Agaricus blazei Murril (ABM) comes from a town called Piedade, Saupaulo, Brazil. Where is called by name Cogumello Do Sol or Cogumello de deus, Zhu Zhu Ang Thiago (China) pole, also called Himematsutake in japan. With climate conditions temperature 35oC during the day and 20-25oC at night with 80% moisture. ABM fungi are strongly affected by extreme environmental climatic conditions. ABM fungus only grows naturally in October and April and is very difficult to grow naturally so it is very difficult to find dialam. Normally the ABM mushroom size is approximately 10-15 cm tall with a 7-10 cm wide hood. ABM fungi require lower temperatures with very little direct sunlight. Comparison Weights and volumes are essential where in every 12 Kg fresh ABM mushrooms I can only produce I Kg of dried ABM mushrooms, and this can be even less after product sorting or selection. ABM mushroom which is also an ingredient of herbal medicine can grow on condition that only really right, so cause production very unstable so that only able to fulfill consumption in local area Piedad only. Although imports to Japan are very difficult, but after a few years later Japan is trying to produce large in controlled conditions in space and this proves very difficult and can not guarantee a stable production. Although later in 1992 Kyowa Technique has achieved the first success in the world to produce massively with biotechnology company, so as to provide ABM supply to meet the needs of health food.

Now ABM mushrooms have been cultivated in Japan, Brazil, Korea and USA, also in Indonesia, namely PT Agaricus Sido Makmur Sentosa in Malang. Mushroom ABM that we (PT Agaricus Sido Makmur Sentosa) production is cultivated in a completely natural or natural and without using chemicals or aditiv at all. Thus we guarantee that the products we produce are well-maintained and purely natural. It is also supported by the pure seeds that we obtain directly from the Brazilian Peadead origin region and not the result of the laboratory’s cultivation thus ensuring the authenticity of the product. Even to maintain the quality and content of beta compound (b) D Glucan we also have done product quality test directly to a laboratory in kiyoto city of Japan.

30 years ago a researcher from the United States has noted that the presence of disease in the area Piedade very low, and was found due to ABM mushroom eating habits in the area.

Then over time this mushroom was introduced to Japan. Dr Shoji Shibata, a professor of pharmacy from the University of Tokyo’s Faculty of Pharmacy and Dr. Tetuo Ikegawa of the National Cancer Center, conducted a study of the pharmaceutical effects of Agaricus Fungus. The results were then published at the General Convention of the Japan Pharmaceutical Association and the Japan Cancer Association. Experiments were performed on various mouse mice and showed that polysaccharides beta (b) D Glucan in ABM was very influential to boost the immune system.

Two kinds of polysaccharide compounds present in this ABM mushroom are beta (b) 1.3 D Glucan and beta (b) 1.6 D Glucan. According to test results conducted at the Medical Department of Tokyo University, the National Cancer Center Laboratory and the Tokyo College of Pharmacy, the compound content is highest in ABM compared to other fungi content such as Reishi, Maitake and Shitake. In addition to the two polysaccharides above the ABM fungus also contain other compounds such as ergosterol, linoleic acid, palmitoreic acid as well as vitamin B6 and B12. In detail the content of compounds in the Abm mushroom can be seen in the following table:

Kandungan Senyawa (Coumpound Ingradients)

Broadly speaking the general content of ABM is as follows:

No

Senyawa

% (percent)

Mg/100gram

1
Air Water 7.5
2 Protein Protein 36.7
3 Lemak Fat 3.4
4 Serat Fiber 6.8
5 Karbon Ash 7.3
6 Gula Sugar 38.3
7 Pospor P 939
8 Besi Iron / Fe 18.2
9 Kalsium Ca 41.6
10 Vit B1 Thiamin 0.48
11 Vit B2 Ribovlafin 2.84
12 Ergosterol Ergosterol 354
13 Niasin Niacin 40.9

Ingredients & Amino-acids :

Ingredients Per 100g dry agaricus
Amino-acids
Contents obetamino-acids (%)
Polysaccharides 38.4g Threonine 0.9065
beta (b) D Glucan 7-9 % Valine 1.0773
Protein 37.7g Methionine 2.8841
Fat 3.8g Isoleucine 0.9154
Cellulose 8.2g Leucine 1.4835
Ash 6.9g Tyrosine 0.5491
Water 10g Phenylalanine 0.8730
Potassium (K) 2.646mg Lysine 0.9576
Phosphorous (P) 1.042mg Aspartate 1.5101
Calcium (Ca) 0.002mg Serine 0.9083
Magnesium (Mg) 0.054mg Glutamic acid 2.6233
Iron (Fe) 0.006mg Proline 0.5813
Manganese (Mn) 0.001mg Glycocoll 0.9418
Zinc (Zn) 0.5mg Alanine 1.5643
Cuprum (Cu) 0.4mg Cystinol 0.1933
Scadium (Sc) 0.04mg Histidinol 0.2594
Sulfur Dioxide (SO2) 1.58mg Arginine 0.9933
Sumber : The Chemical Times, ISSN 0285-1446
Kanto Chemical Co., inc., 1989, No. 1(131 Volumes in all) extract from P.12.P21 Takashi MizunoPharmacological and Gastronomic Effect of Fungi and its Applications.

Baca Juga artikel tentang kemampuan ekstrak jamur dewa terhadap Diabetes

– jamur dewa – jual jamur dewa – manfaat jamur dewa – obat herbal – produsen obat herbal – jual obat herbal berkualitas – obat kanker – jual obat kanker – obat kanker dari herbal – proses produksi – jasa proses produksi – riset proses produksi –

[:]

TAGS :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *