FAQ – Jamur Dewa (Agaricus blazei Murril)

FAQ Jamur Agaricus blazei Murril (ABM)

Apakah Beta Glucan itu ?

Berdasarkan hasil riset dan pengatahuan yang telah dilakukan mengenai beta (b) D Glucan pada awalnya adalah senyawa yang ditemukan dari dinding sel tanaman, bakteri dan jamur yang sebaik dengan yang dihasilkan dari tanaman tingkat tinggi, namun relatif lebih tinggi pada Oats, Yeast dan jamur (mushroom).
Glucan adalah polisakarid yang terbuat dari rantai molekul glukosa. Sedangkan beta (b) adalah sebutan dari posisi steric dari group hidroksi glukosa yanga termasuk dalam formasi rantai tersebut. beta (b) 1,3 D Glucan dan beta (b) 1,6 D Glucan yang biasa terbentuk. Sedangkan penomoran 1,3 dan 1,6 adalah berdasarkan posisi molekul glukosa yang terangkai bersama rantai.

Sejarah dan Dukungan Ilmu Pengetahuan dan Research Beta Glucan

Pada tahun 1940-an sebuah riset telah dilakukan dan ditemukan suatu substansi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh yang di sebut Zymosan dan tidak diketahui dengan jelas sampai pada tahun 1960-an. Hingga pada tahun 1970-an Nicholas Diluzio di Talune University meneliti beta (b) 1,3 D Glucan pada manusia dimulai, kemudian diuji lagi oleh Dr Peter Mansell bahwa senyawa beta (b) D Glucan mampu mengaktifkan macrophage. Pada tahun 1980di Harvard Study menggambarkan adanya rangsangan yang disebabkan oleh senyawa beta (b) D Glucan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Disamping juga sejumlah riset yang menunjukan bahwa senyawa beta (b) D Glucan juga mampu mengaktifkan macrophage untuk mengatasi infeksi HIV, komplikasi yang disebabkan trauma berat dan akibar radiasi, juga mampu untuk meningkatkan efektifitas antibiotik dan antivirus (Adjuvant effect).

Bagaimana Kerja Beta glucan ?

Senyawa beta (b) D Glucan mampu mengaktifkan macrophage yang akan merangsang untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Disamping juga sejumlah riset yang menunjukan bahwa senyawa beta (b) D Glucan juga mampu mengaktifkan macrophage untuk mengatasi infeksi HIV, komplikasi yang disebabkan trauma berat dan akibar radiasi, juga mampu untuk meningkatkan efektifitas antibiotik dan antivirus (Adjuvant effect).
Selain kemampuan sebagai Immunoaktifator beta (b) D Glucan juga bermanfaat untuk antioxidant, radioprotective (perlindungan akibat radiasi, seperti radiasi yang diakibatkan karena perjalanan melalui udara, sinar X, mammogram yang berkali-kali, ultraviolet sinar matahari, radiasi komputer dan lain-lain) hal ini karena beta (b) D Glucan mampu untuk mengaktifkan macrophage untuk memperbaiki dan membantu regenerasi sel dan jaringan yang rusak. Juga bermanfaat sebagai antineoplastic yakni mengaktifkan macrophage untuk mengenal dan merusak sel yang mengalami mutasi yang bisa menyebabklan kanker atau tumor.

Siapa yang membutuhkan beta Glucan?

Anda yang mengalami penurunan kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi penyakit, HIV, terapi dengan radiasi dan kimiawi, dan anda yang berusia diatas 40 tahunan dimana system kekebalan tubuh mulain turun  karena proses usia.

  • Anda yang yang selalu atau kerja dibawah radiasi dari sumber eksternal seperti UV atau electromagnet.
  • Anda yang menderita penyakit kronik dan menderita diabetes.
  • Anda yang mengalami kekurangan nutrisi atau terlalu sering konsumsi makanan awetan.
  • Anda yang dalam tekanan fisik atau stress, atlet dan anda yang suka bekerja keras.
  • Dan Anda yang beresiko tinggi penyakit cardiovascular atau jantung.

Amankah Menggunakan Beta Glucan?

Beta Glucan sangat lengkap dan aman

Adakah reaksi dari obat lain yang digunakan bersamaan dengan Beta Glucan?

Beta Glucan mempunyai sifat untuk bekerja saling sinergi dengan obat lain sehingga mampu memperkuat dan meningkatkan efectivitas obat lain baik anti jamur, anti virus maupun antibiotik yang lain yang sering disebut dengan Adjuvanct effect.

Apakah effect Beta Glucan yang dihasilkan dari Reset Ilmu Pengetahuan ?

Sejumlah penelitian tentang Beta Glucan telah dilakukan oleh beberapa institusi yang ternama seperti : Universitas tulane dan Harvard medical School yang telah menguji pengaruh perlindungan dan pengaktifan kekebalan tubuh oleh Beta Glucan. Selain itu juga didukung oleh penelitian para peneliti sebagai berikut :

“Glucan (Beta 1,3 D) telah menunjukan meningkatkan produksi macrophage secara dramatis dan meningkatkan kekebalan inang non spesific untuk berbagai macam bakteri, jamur dan infeksi parasit”.
M.L. Patchen, PhD.
Departement of Experimental Hematology and Radiation Sciences
Armed Forces Radiobiology Institute


“Rangkaian interaksi dan reaksi yang dimulai dari factor pengaturan macrophage bisa di umpamakan terjadi dan berakhir dalam perubahan inang yang diperlakukan dengan glucan pada pusat pertahan (arsenal defence)”.
Joyce K.Czop, M.D.
Departement of Rheumatology and Imunology
Harvard Medical School


“Beta 1,3 D Glucan merupakan stimulan macrophage yang potensial dan sangat menguntungkan dalam pengobatan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur”.
William Browder, M.D.
Departement of Surgery
Tulane University School of Medicine


“Glucan telah ditemukan menjadi obat yang sangat efektif dalam merangsang perbaikan macrophage yang rusak dalam lesi malignan (malignant lesions / kanker atau tumor) pada hewan dan mausia”.
P. Mansell, M.D.
McGill University Cancer Research Center
Victoria Hospital, Montereal. Canada


“Luasnya spectrum atau cakupan pengaruh sebagi obat kekebalan Glucan tidak hanya pada modifikasi penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan parasit, tetapi juga menghambat pertumbuhan tumor”.
Nicholas Diluzio, Ph.D.
Departement of Phisyology
Tulane University School of Medicine